Setiap
manusia pasti memiliki sifat dan tabiat masing-masing. Sifat dan perilaku
itulah yang membedakan antara manusia satu dengan lainnya. Sudah menjadi sebuah
anugerah bagi insan ciptaan Tuhan dengan diberikannya akal untuk mensyukuri
segala nikmat yang ada. Karena itulah seharusnya kita sepatutnya bersyukur atas
apa yang ada pada diri kita masing-masing. Sifat dan tabiat itulah yang biasa
disebut dengan jati diri. Jati diri adalah cerminan karakter dari seseorang. Adanya
ati diri dalam setiap orang membuat seseorang tidak mudah terpengaruh oleh
lingkungan dimanapun ia berada. Setiap manusia dalam menghadapi kehidupan di
dunia ini harus memiliki jati diri agar memiliki identitas dan ciri khas yang
dapat membedakannya dirinya dengan orang lain.
Namun terkadang setiap orang
merasa kurang atas apa yang dimilikinya. Merasa ingin menjadi seperti idolanya.
Bahkan mereka rela merubah dirinya hingga semirip mungkin dengan idolanya.
Mulai dari sekedar meniru gaya rambut, pakaian, sampai gaya hidup sang idola. Dan pertanyaan disini
adalah apakah tokoh yang diidolakan tersebut berperilaku baik ataukah malah
sebaliknya? Untuk itu diperlukan sebuah keputusan apakah kita akan benar-benar
mengikuti sang idola, ataukah hanya sebatas mengagumi saja. Dari peristiwa
tersebut dapat kita jadikan pelajaran bahwa di era seperti saat ini, diperlukan
adanya jati diri. Jati diri dapat mendorong seseorang untuk lebih maju,
mengembangkan kemampuan, dan daya nalarnya. Karena jati diri seseorang yang
sesungguhnya adalah adanya kemampuan dari berbagai aspek, terutama dalam hal
logis dan intelektualitas yang mampu membuat masing-masing individu mempunyai
rasa ingin tahu yang tinggi akan suatu hal entah itu berhubungan dengan
pengetahuan alam dan ilmu pasti atau bahkan sekedar pengetahuan umum.
Banyak sekali hal-hal yang dapat
merusak jati diri. Salah satu penyebab hilangnya jati diri adalah budaya luar
yang banyak membawa dampak negatif terhadap diri kita. Beberapa efek negatif
budaya luar tersebut adalah hilangnya akar budaya kita. Setiap orang di era
seperti ini banyak yang malu dengan
budayanya dan bangga dengan budaya asing. Dengan adanya berbagai media yang
makin mudah diakses, mereka ingin menjadi seperti idola mereka dan terus
mengikuti trend-trend asing seperti Fashion, Film, sampai K-Pop yang saat ini tengah mewabah di tengah
masyarakat kita. Proses ini cepat atau lambat akan merubah gaya hidup kita. Di
sisi lain, hal ini memang bisa juga memiliki dampak positif karena bisa memacu
perubahan namun tetap lebih banyak dampak negatifnya karena kadang ada juga
yang tidak sesuai dengan norma-norma kita sebagai bangsa timur. Kemajuan
teknologi juga membuat seseorang menjadi malas dan banyak membuang waktu. Tentu
kita tak asing lagi dengan berbagai
jejaring sosial semacam Facebook, Twitter, Line, BBM, dll. Hal ini bisa membuat perkembangan sosialisasi
terganggu yang berakibat pada enggannya antar sesama manusia untuk
berkomunikasi secara langsung. Akan timbul keegoisan dan individualisme nantinya.
Ada beberapa cara menumbuhkan
jati diri yang baik dan kuat, yaitu (1) Yakin pada diri sendiri dan
kemampuan yang dimiliki. Yakin pada Tuhan yang menentukan takdir atau
nasib dari setiap manusia. (2) Berpikir untuk selalu belajar
dan belajar dalam setiap hal dan berusaha untuk menjadi pintar dalam setiap hal khususnya
dalam bidangnya karena sesungguhnya kebodohan itu dekat sekali dengan kegagalan.
(3) Memiliki kemampuan menata dirinya sendiri dalam mengatur waktu dan
berkonsekuen untuk menjalani waktu yang sudah diatur. (4) Menjadi orang
yang bermanfaat bagi orang lain dimanapun dia berada karena sebaik- baiknya
orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.
Jika
kita tidak bisa memiliki jati diri yang kuat dan tidak pandai dalam menghadapi
segala hal yang dapat merusak jati diri tersebut, tentunya kita akan makin
mudah terbawa arus negatif. Lantas, apa hubungan pentingnya jati diri dengan
penggerak wawasan?Jawaban dari pertanyaan itulah yang harus kita
renungkan. Dengan memiliki jati diri
yang kuat dan baik maka akan melindungi kita terhadap laju arus modernisasi saat ini.
Selain itu dengan moral kita akan membantu kita untuk selalu memandu ke tujuan
utama kita dalam mengembangkan wawasan yang kita miliki. Banyaknya wawasan yang kita miliki tersebut nantinya akan
berguna bagi siapa saja, bukan hanya diri kita sendiri tapi juga orang lain sehingga
wawasan tersebut mempunyai kualitas yang tinggi serta kita juga mampu
menerapkan teknologi dan sains dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan kita semakin banyak membagi
wawasan, tentu dalam agama disebutkan
bahwa kita akan memperoleh balasan yang sepadan(pahala). Disamping itu, jika
masyarakat disekitar kita berwawasan luas, maka juga akan meningkatkan taraf
kehidupan dilingkungan sekitar kita.
Sebelum
membagi wawasan yang kita miliki, sebaiknya perlu untuk menambah wawasan kita.
Beberapa cara untuk menambah wawasan kita adalah (1) Rajinlah membaca. Membaca adalah salah satu
cara yang sangat ampuh untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan kita, mulai
dari membaca apa yang kita sukai seperti halnya membaca novel, cerpen, sejarah,
filsafat, dan masih banyak yang lainnya yang tentunya membuat nalar atau
pemikiran kita semakin bertambah. (2) Memanfaatkan fasilitas yang ada di
sekitar kita, seperti perpustakaan kampus, perpustakaan umun dan media - media
lainnya seperti Televisi, Radio, dan Internet. Banyak sekali materi - materi
pembelajaran di internet dan televisi yang dapat kita pelajari dengan mudah
sesuai dengan keinginan kita seperti artikel - artikel, dokumen, dan buku -
buku online yang bisa dengan mudah kita dapatkan untuk meningkatkan ilmu
pengetahuan. (3) Mengambil manfaat dari
melakukan banyak obrolan di waktu nongkrong atau bincang - bincang bersama
teman - teman. Nah dari situ kita bisa ambil bagian - bagian yang bisa menambah
pengetahun dari saling bertukar pemikran informasi yang belum kita pahami,
sehingga dengan demikian akan terjadi diskusi atau obrolan yang mengarah pada
pembelajaran yang bisa kita kembangkan dengan menyerap wawasan baru.
~End

0 Response to "Gerakkan Wawasan Dengan Jati Diri"
Posting Komentar